Ini Tak Masuk Akal


Kucoba untuk mencabut pedih dalam lirih, namun tetap saja masih perih
Mataku masih merekam hari itu dengan jernih, juga mulut yang berbicara begitu fasih
Memutar balikkan waktu sebagai tanda frustasi, seperti itu jika yang berbicara adalah hati
Rindu yang berkobar bagai api, serta mengalir bagai air dalam nadi ini

Hati telah mengeluh pada logika, menggugat diri untuk merdeka
Sunyi datang disertai fakta, pahit dan tak bisa kuterima semua realita
Menyapa rindu yang bersemayam dalam kekurangan, membuat diri ini larut dalam kesenangan
Di ujung rindu ada kenangan, kenangan yang dirampas oleh kepentingan

Dalam imajinasi rindu menjadi nyata, namun perasaan masih meronta-ronta
Mungkin jalan hidupku bersama realita, waktu merenggut dan menyita
Jika harus merindu pada waktu, aku akan selalu menatap masa lalu
Waktu yang membelenggu masa lalu, namun caraku kembali hanya dengan merindu
spacer