Memo

Memo 1
Semoga kata “kita” bisa bersama dengan “cinta”. Menawan? Anggun? ... Mungkin, Mungkin tak bisa kugambarkan. Namamu telah kusebut di hadapan-Nya, semoga kita bisa bersama, selamanya. Mungkin aku telah paham dengan menyikapi cinta agar tak selalu berujung dengan pilu. Mungkin ini bukan fiksi tapi realita yang kucoba iringi dengan do’a, setidaknya untuk menjaganya tetap nyata. Tuhan, dia selalu dapat mengingatkanku kepada-Mu, apakah aku salah jika aku jatuh hati kepadanya?. Tuhan, engkau telah sering mendengar lantunan do’aku yang aku panjatkan dalam sholatku, juga do’aku kepadanya. Tuhan, aku tak memaksa untuk memilikinya, yang aku inginkan hanyalah kebahagiaannya, senyum di wajahnya, juga tawa yang selalu membuatku larut dalam do’a-do’a. Tuhan, dia mendekatkanku kepada-Mu, namun aku juga begitu takut, sebab aku hanyalah manusia, manusia yang suka mendamba dengan tangan yang penuh dosa.

Memo 2
Aku ingat awal dari pertemuan kita berdua, mungkin aku tidak terlalu banyak bercakap, sebab ketika kupandangi wajahmu aku pasti akan tersenyum lengkap dengan do’a. Do’a yang ku ucap dalam hati, semoga tuhan mendengar dan mengasihi, Aku pikir itu pasti, sebab dialah Maha Mengetahui. Dari pertemuaan singkat kita, aku mungkin paham satu hal darimu, yaitu sepi yang terkadang datang menjamu. Terlihat di matamu, kau mencoba melawan zaman, aku sangat menyukai hal itu darimu namun itu memilukan. Tapi mungkin juga aku salah karena dengan realita aku selalu kalah.

Memo 3

Senyuman yang selalu mewakili do’aku, dalam ibadah menghadap-Nya adalah milikmu. ini sungguh sangat lucu, imajinasiku hanya memutar balikkan pertemuan kita di alamnya sendiri. Aku teringat akan suatu hal yang biasa kupikirkan yaitu, apakah ada yang sempurna di dunia?, bahkan alam imajinasi yang begitu indah mempunyai kekurangan. Mungkin itu karena alam imajinasi tak bisa berjalan bersama realita. Namun sudahlah aku tak mau terus bercumbu dengan alam mimpi bersamamu, percuma jika tak bisa menyatu dengan realita, ujungnya pasti hanyalah pilu. Tapi, aku hanya yakin akan dua hal yaitu Menghalalkan atau Mengikhlaskan.
Share:
spacer

Tidak ada komentar:

Posting Komentar