A moment means forever


Duhai pencipta waktu, maafkan diri ini bila tak tau malu
Waktu tak kuhargai, seperti diriku ini yang bersatu dengan malas dan iri hati.
Kata-kata hanyalah benalu yang mudah layu, aku bercerita seolah mengetahui segala sesuatu.
Mencari makna-makna dalam arti, diriku hanyalah jiwa yang menunggu untuk di akhiri.
 
Senja telah berlalu dan kami sedang berada di ruang makan yang sederhana. Lampu yang tak begitu terang serta suara lantunan Adzan terdengar merdu di telinga menandakan waktu magrib telah tiba. Waktu telah menunjukkan pukul 18.30 pm, saatnya bagi kami sekeluarga menikmati makan malam seperti biasanya, rutinitas yang membosankan pikirku. Seperti biasanya Ibu dan kedua adik perempuanku menyipkan makanan serta menata rapih meja makan, tiap malamnya kami melakukan rutinitas ini, berkumpul sekeluarga dan makan malam bersama. Memang kami hanya bisa berkumpul pada malam hari karena siang hari kami sibuk dengan Keja, kuliah, Sekolah dan juga Bimbingan belajar. Ketika kami mulai makan bersama, percakapan-percakapan kecil mulai muncul entah itu bertemakan politik, sastra, budaya atau mitos, kami hanya bercerita seadanya hingga makanan di piring kami habis. Ketika Ayahku selesai makan tiba-tiba dia mengatakan sebuah lelucon yang membuat kami semua tertawa kecuali diriku sendiri. Saat mereka tertawa, aku memperhatikan mereka satu per satu mulai dari Ibu, kedua adik perempuanku lalu adik laki-lakiku serta yang terakhir ayahku. Mataku berkaca-kaca dan sempat hampir meneteskan air mata di tengah keceriaan keluarga sederhana yang telah di bangun oleh kedua malaikat yang biasa kusebut Ayah dan Ibu. Aku terharu dan juga sadar akan satu hal bahwa "Aku takut jika tak ada lagi momen yang seperti ini datang menghiasi keluarga kami".

Duhai sahabatku jika kalian sedang berkumpul dengan keluarga atau dengan orang-orang yang kalian sayangi, ketika mereka tertawa bersama-sama, jangan ikut tertawa tapi perhatikan mereka satu per satu maka kalian akan sadar betapa berharganya suatu momen dalam hidup bersama orang-orang yang kalian sayang.





spacer