Aku memulai kebodohanku dengan tangisan...
Namun malaikatku menyambutnya dengan kesenangan...
Kemarau dan hujan berlalu begitu cepatnya...
Bion yang mati ini menempuh dengan segenap akalnya...
Namun Skenario ini penuh dengan tanda tanya...
Sehingga kami depresi karenanya...
Perjalananku ini begitu melelahkan...
Bukan perjalananku tapi perjalanan kami yang melelahkan...
Aku berdiri dan bertanya kepada tiang logikaku...
Namun itu hanyalah batasanku...
Aku berlari dan bertanya kepada kepercayaanku...
Namun itu hanyalah batasanku...
Saat aku meninggalkan bion yang mati ini...
Zat kekal ini meninggalkan panggung sandiwara ini...
Lalu akhirnya zat yang kekal ini berada dalam sidang...
Namun sindang ini bukanlah panggung dari sandiwara
pembohong...
Hakim yang adil ada di sini mengadili...
Dia hakim yang seadil-adilnya mengadili...
Penjara api yang kekal disebut neraka...
Dunia yang penuh ketenangan disebut surga...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar