Musik Kehidupanku


Senandung itu begitu indah
Tapi instrumental itu begitu memilukan
Teriakan tanda depresi
Begtulah kehidupanku

Musik itu menggabarkannya
Layaknya senandung indah yang dimainkan oleh malaikat
Dan instrumental kesedihan dari sang iblis
Mereka tak peduli teriakanku

Mereka tak menggubris
Teriakanku kini disertai air mata
Aku mencoba untuk memainkan melodi ini
Namun tak mengubah apapun

Aku tetap memainkan melodi ini
Hingga aku tersenyum dan tertawa
Terdengar alunan yang indah dari iblis dan malaikat itu
Hingga mereka juga ikut tersenyum

spacer

Sejengkal Perjalanan Di Panggung Sandiwara


Aku memulai kebodohanku dengan tangisan...
Namun malaikatku menyambutnya dengan kesenangan...
Kemarau dan hujan berlalu begitu cepatnya...
Bion yang mati ini menempuh dengan segenap akalnya...

Namun Skenario ini penuh dengan tanda tanya...
Sehingga kami depresi karenanya...
Perjalananku ini begitu melelahkan...
Bukan perjalananku tapi perjalanan kami yang melelahkan...

Aku berdiri dan bertanya kepada tiang logikaku...
Namun itu hanyalah batasanku...
Aku berlari dan bertanya kepada kepercayaanku...
Namun itu hanyalah batasanku...

Saat aku meninggalkan bion yang mati ini...
Zat kekal ini meninggalkan panggung sandiwara ini...
Lalu akhirnya zat yang kekal ini berada dalam sidang...
Namun sindang ini bukanlah panggung dari sandiwara pembohong...

Hakim yang adil ada di sini mengadili...
Dia hakim yang seadil-adilnya mengadili...
Penjara api yang kekal disebut neraka...
Dunia yang penuh ketenangan disebut  surga...

spacer